BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Model pembelajaran adalah suatu cara untuk mengarahkan siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri sendiri Siswa sebagai subjek belajar harus berperan aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa dinilai dari peranannya dalam pembelajaran, seperti bertanya, menjawab pertanyaan, memberi tanggapan, dan lain-lain.  Keaktifan siswa merupakan bentuk pembelajaran mandiri, yaitu siswa berusaha mempelajari segala sesuatu atas kemampuannya atau  usahanya sendiri, sehingga dalam hal ini guru hanya berperan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator.
Aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung hanya mengikuti perintah guru sehingga kreativitas mereka kurang berkembang secara maksimal. Penggunaan model Reciprocal Teaching akan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatifnya sehingga hasil belajarnya akan meningkat sebab dalam penerapan model Reciprocal Teaching siswa dapat menyalurkan kemampuan berpikir yang ada pada dirinya.
Dapat dipahami bahwa Reciprocal teaching juga mampu membimbing siswa agar mandiri dalam menyelesaikan tugasnya. Selain itu, siswa akan terlatih untuk menyampaikan ide maupun pendapatnya kepada orang lain. Dengan adanya kegiatan membaca dan meringkas akan membuat siswa menjadi lebih memahami materi yang dipelajari.
Ilmu kimia mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi berkaitan dengan konsep-konsep dalam kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari keadaan sebenarnya, dan sifatnya berurutan. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep dalam materi kimia dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemahaman. Upaya untuk memperbaiki kesalahan konsep dapat dilakukan melalui beberapa tahap berikut yaitu upaya menganalisis dan mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik, kemudian ditindaklanjuti dengan pembelajaran menggunakan pendekatan konflik kognitif.
Strategi mengajar  dengan konflik kognitif ini sangat efektif digunakan guru untuk
memotivasi belajar siswa dan memfokuskan perhatian siswa pada pembelajaran. Dengan demikian konflik kognitif sangat bagus untuk digunakan pada kegiatan awal pembelajaran. strategi ini juga dapat membantu siswa membentuk ide baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman terdahulu, memberi  kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan mengubah miskonsepsi siswa.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif ?
2.      Bagaimana kaitan antara Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif terhadap ilmu Kimia ?
3.      Teori apakah yang mendasari metode tersebut Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran yang terdapat dalam metode Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif  ?
5.      Bagaimana penerapan metode Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif dalam pembelajaran Kimia?


C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian dari  Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif.
2.      Mengetahui kaitan antara Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif terhadap Ilmu Kimia.
3.      Mengetahui teori yang mendasari metode Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif.
4.      Mengetahui langkah-langkah pembelajaran yang terdapat dalam metode Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif.
5.      Mengetahui penerapan metode Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif  dalam pembelajaran Kimia.


D.    Manfaat Penulisan
1.      Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menggunakan strategi Reciprocal Teaching.
2.      Untuk mengatasi masalah perbedaan apersepsi siswa terhadap bahan ajar yang diberikan dengan menggunakan pendekatan konflik kognitif.








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi
1.      Model Pembelajaran Reciprocal Teaching
Reciprocal teaching (pembelajaran terbalik)  adalah suatu prosedur pengajaran yang dirancang untuk mengajarkan kepada siswa tentang strategi pemahaman mandiri yang berbentuk diskusi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa yang memberikan kesempatan berfikir dan saling bertukar pengalaman belajar yang berdasarkan prinsip-prinsip pengajuan pertanyaan melalui pengajaran langsung dan pemodelan oleh guru untuk memperbaiki kinerja  membaca siswa dalam memahami bacaan. Model reciprocal teaching menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang berbeda-beda.
Model reciprocal teaching, siswa diajarkan empat srategi pemahaman mandiri yaitu merangkum, mengajukan pertanyaan dan penyelesaiannya, mengklarisifikasi atau menjelakan serta memprediksi bahan ajar. Rincian dari empat strategi pemahaman mandiri tersebut sebagai berikut :
a.       Merangkum . Pada strategi pemahaman ini siswa diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi dan membuat ikhtisar tentang informasi-informasi penting dari suatu bahan ajar yang telah dibaca. Bahan ajar tersebut dapat diringkas oleh siswa dalam bentuk kalimat-kalimat maupun paragraf-paragraf yang dibuat sendiri.
b.      Mengajukan pertanyaan.  Pada strategi pemahaman ini siswa memikirkan pertanyaan penting yang dapat ditanyakan dari apa yang dibaca dan meyakinkan dapat menjawab pertanyaan tersebut.
c.       Mengklarifikasi.  Pada strategi pemahaman ini siswa, mencatat apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau tidak masuk akal dari bagian bacaan dan selanjutnya memeriksa apakah kita berhasil membuatnya masuk akal.
d.      Memprediksi. Memprediksi artinya menyimpulkan apakah struktur dan inti dari  wacana yang tersedia dapat diperluas atau dipersempit. Pada tahap ini pembaca diajak untuk melibatkan pengetahuan yang sudahdiperolehnya dahulu untuk digabungkan dengan informasi yangdiperoleh dari teks yang dibaca untuk kemudian digunakan dalam mengimajinasikan kemungkinan yang akan diungkapkan dan diduga berdasarkan atas informasi yang sudah dimilikinya. 
                                                                          (Sulandari & Riyanti,2005)
Untuk melaksanakan strategi ini, guru dan siswa membaca bahan ajar tertentu yang ditugaskan dalam kelompok-kelompok kecil dan guru mendemonstrasikan empat keterampilan, merangkum bacaan tersebut, mengajukan satu atau dua pertanyaan, menjelaskan atau mengklarifikasi point-point sulit dan memperkirakan apa yang terdapat pada tulisan berikutnya. Selanjutnya selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa mengambil giliran melaksanakan peran guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi untuk kelompok tersebut. Sementara guru memberikan dukungan, umpan balik, rangsangan ketika siswa mempelajari kempat strategi pemahaaman mandiri tersebut dan membantu mereka saling mengajar satu sama lain. Jadi pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) lebih menghendaki guru menjadi model dan pembantu daripada penyaji proses pembelajaran. Maksudnya adalah guru hanya sebagai fasilitator dan siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas..
2.      Model Pendekatan Konflik Kognitif
Pendekatan konflik kognitif diartikan sebagai seperangkat kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk  mengkomunikasikan dua atau lebih rangsangan berupa sesuatu yang berlawanan atau berbeda kepada peserta didik, agar terjadi proses internal  yang intensif  dalam rangka mencapai keseimbangan ilmu pengetahuan.
Salah satu strategi pengajaran utama yang berdasarkan pada konstruktivisme adalah strategi konfllik kognitif. Strategi ini berkembang berdasarkan pada asumsi yang menyebutkan bahwa pengetahuan siswa yang sebelumnya mempengaruhi bagaimana cara mereka mempelajari pengetahuan yang baru dan membentuk gambaran ide yang baru. Strategi ini adalah sebuah keadaan dimana siswa merasa adanya ketidakcocokan antara struktur kognitif mereka dengan keadaan lingkungan sekitarnya atau antara komponen-komponen dari struktur kognitif
Strategi pengajaran konflik kognitif ini mengikuti cara yang secara nyata menentang ide-ide siswa yang sudah ada dalam rangka untuk memberanikan siswa dalam mengidentifikasi masalah pemahaman mereka sendiri dan untuk memotivasi mereka dalam membangun sebuah pemahaman yang tepat.

B.      Keterkaitan antara Reciprocal Teaching dan  Konflik Kognitif  terhadap ilmu Kimia
Reciprocal Teaching pada ilmu kimia dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran yang saling timbal balik antar siswa dengan guru ataupun siswa dengan siswa, terkadang siswa sulit memahami apa yang dijelaskan oleh guru dan siswa lebih mudah untuk memahami apa yang disampaikan oleh siswa lain atau temannya, jadi pada Reciprocal Teaching siswa dibuat aktif dengan diskusi dimana mereka dapat menyampaikan kepada siswa lain tentang apa yang mereka dapat atau pahami tentang pelajaran tersebut.
Sedangkan keterkaitan Konflik Kognitif dapat diterapkan pada pembelajaran kimia, konsep ilmu kimia bersifat abstrak,  hasil penyederhanaan dari yang kompleks dan sulit untuk dipahami sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan pemahaman. Jadi dengan konflik kognitif guru mencoba untuk membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran untuk menekankan siswa agar merekonstruksi sendiri konsepsi tersebut.





C.    Teori yang mendasari Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif
Model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) ini didukung oleh beberapa teori, karena teori ini membantu pengajar dalam menjelaskan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Adapun teori-teori yang mendukung pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) adalah:
1.    Teori Piaget
Penerapan teori Piaget dalam pengajaran yaitu menggunakan demonstasi dan mempresentasikan ide-ide secara fisik. Teori Piaget dalampembelajaran diterapkan dalam program yang menekankan:
a.       Pembelajaran melalui penemuan dan pengalaman-pengalaman nyata dan memanipulasi langsung alat bahan atau media belajar.
b.      Peranan pengajar sebagai seorang yang mempersiapkan lingkungan yang memungkinkan peserta didik dapat memperoleh berbagai pengalamanbelajar yang luas.
Berdasarkan Teori Piaget pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) ini sangat cocok sekali dalam kegiatan pembelajaran.Pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) memusatkan kepada berpikir atau proses mental peserta didik, tidak hanya hasil yang diperoleh. Selain itu pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2.      Teori Kekuatan Mental
Teori kekuatan mental berasal dari Jean. J. resseau yang mengungkapkan bahwa anak memiliki potensi atau kekuatan yang masih  terpendam, yaitu potensi berpikir, berperasaan, berkemauan, keterampilan  berkembang, mencari dan menemukan  sendiri apa yang diperlukannya  agar anak dapat berkembang  sendiri.   Tugas guru adalah menyediakan bahan pelajaran yang menarik  perhatian dan minat anak, sesuai dengan kebutuhan dan tingkat  perkembangannya. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,  memberikan motivasi dan bimbingan sesuai dengan sifat dan kebutuhan  anak. Apabila dihubungkan dengan pembelajaran terbalik (reciprocal teaching), teori ini sangan mendukung, dimana pembelajaran terbalik  (reciprocal teaching) ini memberikan keempat keterampilan kognitif.
(Sulandari & Riyanti,2005)

Sedangkan Teori belajar yang mendasari Pendekatan Konflik Kognitif  adalah :
1.    Teori kontruktivisme Vygotsky
    Teori Vygotsky adalah Scaffolding.Scaffolding berarti pemberian sejumlah besar bantuan seorang anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian peserta didik tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk peningkatan, dorongan, menguraikan masalah kedalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, ataupun yang lainnya yang memungkinkan peserta didik untuk tumbuh mandiri.
(Sulandari & Riyanti,2005)
D.      Langkah-Langkah Pembelajaran Reciprocal Teaching
Langkah-langkah pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dilakukan dengan “guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil,kemudian guru memodelkan empat keterampilan kognitif, merangkum, mengajukan pertanyaan, menjelaskan, dan memprediksi.” Selanjutnya guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut, dan guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, mediator, serta semangat bagi siswa. Langkah-langkah pembelajaran terbalik (reciprocal teaching)  adalah sebagai berikut:
a)    Guru mempersiapkan bahan diskusi  yang akan digunakan pada setiap pertemuan. Bahan diskusi tersebut memuat tugas–tugas menyimpulkan (merangkum), menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya  dan memprediksi suatu permasalahan. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.
b)   Guru membagikan bahan diskusi yang akan dipergunakan pada pertemuan tersebut, kemudian siswa membaca bahan ajar lain (buku paket) yang mereka miliki sebagai penunjang untuk mengerjakan bahan diskusi. Bahan diskusi tersebut tersebut memuat langkah-langkah yang terdapat pada pembelajaran terbalik (reciprocal teaching).
c)    Selesai membaca siswa ditugaskan mengerjakan bahan diskusi dengan cara berdiskusi dengan teman sekelompoknya.
d)   Guru memperagakan peran sebagai guru siswa dengan menjelaskan hasil rangkuman, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan hasil prediksi dari pertanyaan yang diajukan dari soal prediksi yang dibuat dalam bahan diskusi.
e)    Pada pertemuan selanjutnya yang menjadi guru siswa adalah salah satu kelompok dalam kelas yang dipilih secara acak, sehingga seluruh kelompok siswa dalam kelas harus siap.
f)    Sebagaimana pertemuan sebelumnya, guru membagikan bahan diskusi dan siswa mengerjakan secara diskusi kelompok. Dipilih salah satu kelompok untuk menjadi guru siswa yang berperan aktif bersama teman-temannya membahas bahan diskusi.
                                                                                                     (Agung,2009)

 Sedangkan Langkah-Langkah Pendekatan Konflik Kognitif adalah :
Dalam pelaksanaannya strategi belajar konflik kognitif dapat menggunakan model
pembelajaran  apa saja yang dalam kegiatannya siswa diberi kesempatan untuk menjawab masalah yang diberikan guru dengan konsep yang dimiliki siswa. Yang kemudian pada kegiatan inti siswa dan guru membuktikan jawaban atas masalah yang diberikan dengan menunjukkan secara langsung pada siswa melalui kegiatan demonstrasi atau eksperimen.
Berikut adalah salah satu contoh langkah-langkah yang ditempuh guru dalam penyajian program pembelajaran dengan strategi konflik kognitif. 
a)      Guru menyajikan suatu fenomena kimia yang sering dialami siswa dan menarik siswa melalui kegiatan demonstrasi guru.
b)      Guru meminta siswa untuk memberikan jawaban atas suatu fenomena untuk menggali konsep yang mungkin miskonsepsi pada siswa.
c)      Selanjutnya guru membagi siswa dalam beberapa kelompok diskusi dan memberikan kesempatan pada siswa untuk melaksanakan eksperimen dan mendiskusikan hasil eksperimen.
d)     Berdasarkan hasil eksperimen dan diskusi siswa guru  membimbing siswa untuk menarik suatu kesimpulan dan memperbaiki miskonsepsi siswa.


E.      Penerapan Reciprocal Teaching dan Konflik Kognitif

      Contoh pada penerapan Reciprocal Teacing guru mempersiapkan materi diskusi misalnya tentang ikatan kimia, tata nama senyawa, dan lain-lain, kemudian guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok, selanjutnya guru membagi  materi yang akan didiskusikan kepada setiap kelompok dan setiap kelompok  mencari buku atau sumber yang mendukung materi tersebut, selanjutnya siswa melakukan didkusi dengan kelompoknya, kemudian guru menperagakan sebagai contoh  dengan menjelaskan hasil rangkuman, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan hasil prediksi dari pertanyaan yang diajukan dari soal prediksi yang dibuat dalam bahan diskusi, selanjutnya  salah satu kelompok dalam kelas yang dipilih secara acak, sehingga seluruh kelompok siswa dalam kelas harus siap untuk menyampaikan hasil diskusinya.

      Sedangkan contoh penerapan Konflik Kognitif dapat diterapkan pada materi termokimia. Pada materi termokimia terkadang terdapat miskonsepsi siswa yaitu siswa menganggap bahwa panas sama suhu padahal pada konsep yang sebenarnya suhu dan panas konsepnya berbeda. Jadi guru membimbing siswa untuk menerima konsep baru dengan mengungkapkan dan mengkritisi hal yang berbeda dengan konsep yang dimilikinya.











BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
             Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pembahasan ini adalah sebagai berikut. strategi pembelaajaran sangat dibutuhkan uktuk mencapai keberhasilan belajar.  Kunci dari keberhasilan belajar adalah hubungan antara guru dan siswa. Reciprocal Teaching adalah suatu pendekatan pembelajaranyang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu menyimpulkan bahanajar, menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya, menjelaskan kembali pengetahuan yang telah diperolehnya, kemudian memprediksikan pertanyaan selanjutnya dari persoalan yang diberikankan kepada siswa. Reciprocal Teaching bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Sedangkan Strategi pembelajara Konflik Kognitif mendorong siswa untuk berfikir ketingkat yang lebih tinggi. Konflik Kognitif bertujuan untuk mengatasi perbedaan apersepsi siswa. Konflik Kognitif sangat bagus digunakan pada saat awal pembelajaran karena dapat membuat para siswa fokus terhadap pelajaran dan dapat memotivasi siswa untuk belajar.

B.     SARAN
       Berdasarkan hasil pembahasan, maka dadpat diajukan beberapa saran sebagai berikut. (1) Disarankan saat mengajar mengunakan  model pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran yang diajarkan sehingga dapat mencapai keberhasilan belajar. (2) Disarankan kepada pengajar agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat serta berperan aktif dalam proses belajar sehingga dapat meningkatkan kemaampuan berfikir siswa. (3) Disaran kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai macam strategi mengajar karena setiap strategi mengajar memiliki kekurangan, kelebihan masing-masing, dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk setiap pelajaran terutama pelajaran Kimia.














DAFTAR REFERENSI
Agung.2009. Model Pembelajaran Reciprocal Teaching,(online), http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-pembelajaran-reciprocalteaching/, diakses tanggal 8 Desember 2013.
Irham.2012.Pembelajaran Berdasarkan Kognitif.(online).http://irham-kun.blogspot.com/2012/01/pembelajaran-berdasarkan-kognitif.html, diakses tanggal 8 desember 2013.
Sulandari,Eti& Sri Riyanti.2005.Pengembangan Model Pembelajaran terbalik  (Reciprocal
Teaching) pada Mata Kuliah Perancangan Bahan dan Tebal Perkerasan dalam UpayaMeningkatkan Kualitas Belajar Mahasiswa Teknik Sipil di Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura.

0 Komentar